Selasa, 05 April 2016

Tugas Blog Diplomasi kebudayaan


Diplomasi Kebudayaan Korea Selatan 


Korea Selatan adalah salah satu negara dalam kawasan Asia Timur yang kebudayaannya masih dijaga sehingga terlihat masih kental sampai sekarang. Korea Selatan masih terus menjaga bahkan melestarikan kebudayaannya meskipun tingkat penyebaran budaya barat terjadi begitu cepat. Tetapi, bukan hanya menjaga dan melestarikannya, Korea Selatan juga mencoba untuk memperkenalkan budayanya kepada dunia. Korea Selatan memiliki cara yang begitu manis dalam penyebarannya yakni melalui berbagai elemen yang kadang tidak terlihat dan kasat mata. Penyebaran ini dikenal dengan nama Korean Hallyu. Kepala Program Studi Korea Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Zaini MA,  menyatakan bahwa kesuksesan dari Korean Hallyu ini dapat terjadi karena tiap-tiap pihak dari negara Korea Selatan ini saling bertautan satu dan lainnya. Mereka tidak berjalan sendiri, namun mereka saling bekerja sama untuk memajukan negara mereka. Tidak hanya dari segi industri musik ataupun perfilman, mereka juga memperkenalkan kebudayaannya dengan baik.

Gelombang Korea atau yang lebih dikenal dengan istilah Korean Wave atau juga biasa disebut dengan Korean Hallyu merupakan istilah yang begitu akrab di telinga masyarakat internasional. Tidak hanya dikalangan remaja, istilah Korean Wave juga merupakan istilah yang begitu akrab dikalangan ibu-ibu serta anak-anak. Korean Hallyu merupakan sebuah istilah yang dikeluarkan oleh Korea Selatan untuk mendeskripsikan tentang kebudayaan Korea Selatan yang berhasil di ekspor ke berbagai negara di dunia. Mesin penggerak dari Korean Hallyu ini sendiri merupakan musik, film, drama, sektor pariwisata, kebudayaan tradisional dan modern, serta pemasaran produk-produk komersial yang berasal dari Korea Selatan. Sebagai negara maju, hal ini semakin membuktikan betapa eksisnya Korea Selatan di berbagai kalangan dalam masyarakat internasional, juga sekaligus memperlihatkan kepada masyarakat internasional serta negara-negara di dunia bahwa diplomasi publik yang digunakan Korea Selatan untuk mencapai kepentingan nasionalnya telah berhasil.
Adanya Korean Hallyu ini memberikan angin segar pada bidang perekonomian Korea Selatan. Hal ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya kegiatan ekspor yang dilakukan oleh Korea Selatan ke berbagai negara di dunia. Tercatat bahwa  nilai ekspor budaya Korea Selatan di Pasar Asia mencapai $413 juta dan jumlahnya semakin meningkat pada tahun 2004 yang mencapai $939 juta. Dan hal ini masih berlaku dan semakin meningkat hingga sekarang.

Selain itu, adanya Korean Wave memberikan dampak pada aspek pariwisata. Dengan semakin merajalelanya drama-drama Korea Selatan yang dinikmati oleh masyarakat di beberapa negara, maka tidak menutup kemungkinan hal tersebut menimbulkan rasa penasaran terhadap masyarakat dunia untuk dapat mengunjungi tempat yang digunakan sebagai aset dalam pengambilan gambar untuk drama Korea. Hal ini kemudian memancing para turis untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang sering jadikan sebagai setting sebuah drama Korea. Selain menambah devisa negara, kedatangan para turis juga akan memunculkan rasa kedekatan dan keterikatan dengan negara ginseng tersebut. Tercatat dari hasil penelitian yang dilakukan oleh institut penelitian di Korea Selatan bahwa wisatawan mancanegara ke Korea Selatan meningkat dari 647.000 orang menjadi 968.000 orang pada tahun 2004. Sebuah kota di Korea Selatan bernama kota Chuncheon, pada tahun 2003 wisatawan mancanegara yang berkunjung kesana sebesar 140.000 orang. Pada 2004 meningkat secara signifikan menjadi 370.000 orang dan kembali meningkat menjadi 390.000 orang di tahun 2005. Tidak berhenti sampai di sini saja. Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Korea Selatan semakin meningkat sejalan dengan semakin banyaknya tempat-tempat baru yang dijadikan set pengambilan gambar dalam drama atau film di Korea Selatan.

Dari fakta yang ada inilah akhirnya penulis tertarik untuk menilik lebih dalam tentang apa itu Korean Hallyu dan bagaimana caranya bekerja. Karena jika diperhatikan, masyarakat serta pemerintah Korea Selatan begitu pandai dalam mengemas Korean Hallyu tersebut sehingga dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dunia.
Perkembangan Korean Hallyu berawal dari kegemaran masyarakat China dan Asia Tenggara terhadap munculnya drama-drama Korea di negara mereka yang dimulai pada tahun 1990-an. Pada awalnya, Korean Wave hanya mewakili berjamurnya drama-drama Korea Selatan yang menghiasi layar-layar kaca di China dan negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Namun, seiring berjalannya waktu, Korean Hallyu tidak hanya sebatas drama-drama romantis yang dicanangkan oleh Korea Selatan, tetapi juga mulai merujuk kepada hadirnya grup-grup musik pria dan wanita atau yang lebih dikenal dengan istilah boyband dan girlband. Keberhasilan yang didapatkan oleh Korea Selatan melalui Korean Hallyu-nya juga mempengaruhi keeksisannya dalam masa kontemporer. Korean Hallyu tidak lagi merujuk hanya kepada drama, film ataupun grup musik, tapi juga mulai berkembang ke arah lain, yakni semakin dicarinya produk-produk yang berasal dari Korea Selatan, seperti makanan khas Korea Selatan, produk-produk eletronik, pakaian serta pernak-pernik kecil seperti aksesoris.
Fenomena yang dihadirkan oleh Korea Selatan melalui Korean Hallyu-nya secara tidak langsung akhirnya ikut memberikan kontribusi besar bagi kebudayaan yang dimiliki oleh Korea Selatan. Dengan semakin menjamurnya drama-drama, film atau grup-grup musik, akan memancing masyarakat internasional untuk mempelajari, memahami dan menggali lebih dalam tentang kebudayaan yang dimiliki oleh Korea Selatan. Hal ini dibuktikan dengan
semakin menjamurnya tempat-tempat yang menyediakan fasilitas untuk mempelajari bahasa Korea yang sekaligus di dalamnya juga menyediakan informasi-informasi tentang kebudayaan Korea Selatan itu sendiri. Selain itu juga, ditemukan begitu banyak perkumpulan remaja-remaja dan membentuk sebuah komunitas yang di dalamnya merupakan tempat mereka untuk saling bertukar informasi mengenai kebudayaan Korea Selatan.
Pemerintah Korea Selatan melihat Korean Hallyu sebagai sesuatu yang memberikan pencerahan. Korean Hallyu memberikan dampak besar bagi kehidupan perekonomian Korea Selatan. Pemerintah Korea Selatan sangat mendukung dengan terciptanya keadaan ini, dilihat dari perannya yang cukup besar. Dukungan awal yang diberikan oleh pemerintah berupa meminjamkan dana kepada industri perfilman di Korea Selatan, karena pada awalnya indutri ini sangat macet dalam proses berjalannya disebabkan oleh kurangnya dana yang dimiliki. Pemerintah kemudian mengeluarkan kebijakan yang mengharuskan chaebol, yakni sebutan bagi konglomerat di Korea Selatan, seperti Samsung, Hyundai dan Daewoo untuk masuk dan membantu industri perfilman tersebut. Meskipun industri tersebut sempat terjatuh karena tersaingi oleh industri perfilman Amerika melalui film Titanic-nya, namun industri ini dengan cepat dapat membangkitkan dirinya lagi melalui ide-ide baru yang dihadirkan dalam perfilman Korea Selatan. Dukungan pemerintah lainnya terlihat dari banyaknya acara-acara seni dan festival-festival Korean Hallyu yang bertaraf internasional. Salah satu contoh acara yang diadakan adalah showcase Kpop yang bertajuk “Hallyu Diplomasi” yang diadakan oleh Kementerian Luar Negeri Korea Selatan di kantor pusatnya pada tanggal 11 Mei 2012.
Penulis menangkap bahwa, bagi Korea Selatan sendiri, Korean Hallyu merupakan sebuah citra serta menjadi ciri khas tersendiri yang dimiliki oleh Korea Selatan. Diplomasi publik yang merupakan sebuah soft power yang dilakukan oleh Korea Selatan melalui promosi gelombang Korea atau Korean Hallyu untuk memperkenalkan negaranya kepada dunia serta meningkatkan kekuatan dirinya di kancah internasional telah berhasil. Dilihat dari berbagai peningkatan yang telah terjadi di negara tersebut berkat adanya Korean Hallyu ini.

Demam K-pop Keberhasilan Korea Selatan Membangun Perekonomian Lewat Seni http://m.kompasiana.com/post/sosbud/2012/04/09/demam-k-pop-keberhasilan-pemerintah-korea-selatan-membangun-perekonomian-lewat-seni/ diakses pada tanggal 01 Mei 2012, 17.14 WIB
Strategi Kebudayaan Korea Selatan http://www.academia.edu/4170486/Strategi_Kebudayaan_Korea_Selatan diakses pada tanggal 29 Maret 2014 pukul 00.13 WIB
 Dukungan Pemerintah : Pemerintah Korea Selatan memandang gelombang Korea sebagai cara yang layak untuk meningkatkan total ekspor negara http://www.translate.com/english/dukungan-pemerintah-pemerintah-korea-selatan-memandang-gelombang-korea-sebagai-cara-yang-layak-untuk/9353499 diakses pada 29 Maret 2014 pukul 01.14 WIB
http://www.slideshare.net/chikasaengi/diplomasi-kebudayaan-korea-selatan
http://liasalala.blogspot.com/2012/11/diplomasi-budaya.html

 


          
   

7 komentar:

  1. kalau budaya Korea bisa dijadikan alat diplomasi bagi masyarakat internasional, apakah mungkin budaya Indonesia yang sangat beragam mampu dijadikan alat diplomasi seperti Korean Culture??

    BalasHapus
  2. Nice! Korean wave memang memiliki daya tarik tersendiri dari budaya barat. Selain itu pemerintah dan masyarakat bisa bersinergi untuk visi dan misi yang sama. Hal tersebut bisa kita pelajari untuk pembaharuan kita bersama.

    BalasHapus
  3. Keren, ternyata korea berhasil menjalanlan diplomasi budayanya. Semoga indonesia bisa meniru korea.

    BalasHapus
  4. Kalo budaya indonesia sendiri, sampe ke korea juga gak ya ka?

    BalasHapus
  5. Diplomasi publik dewasa ini memang menjadi alat untuk menciptakan citra yang baik di dunia Internasional seperti KOREA ini. Agensi-agensi juga menjadi aktor penting dalam penyebaran hallyu seperti SM Entertaiment, YG Entertaiment, JYP, Cube dan masih banyak lagi.

    BalasHapus
  6. Apakah Korea mampu menciptakan citra positif untuk diplomasinya?akankah diplomasi korea menjadi ancaman bagi Indonesia??

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus