Diplomasi
Kebudayaan Korea Selatan
Korea Selatan
adalah salah satu negara dalam kawasan Asia Timur yang kebudayaannya masih
dijaga sehingga terlihat masih kental sampai sekarang. Korea Selatan masih
terus menjaga bahkan melestarikan kebudayaannya meskipun tingkat penyebaran
budaya barat terjadi begitu cepat. Tetapi, bukan hanya menjaga dan
melestarikannya, Korea Selatan juga mencoba untuk memperkenalkan budayanya kepada
dunia. Korea Selatan memiliki cara yang begitu manis dalam penyebarannya yakni
melalui berbagai elemen yang kadang tidak terlihat dan kasat mata. Penyebaran ini dikenal
dengan nama Korean Hallyu. Kepala Program Studi Korea Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Indonesia, Zaini MA, menyatakan bahwa kesuksesan dari Korean Hallyu
ini dapat terjadi karena tiap-tiap pihak dari negara Korea Selatan ini saling
bertautan satu dan lainnya. Mereka tidak berjalan sendiri, namun mereka saling bekerja sama untuk memajukan
negara mereka. Tidak hanya dari segi industri musik ataupun perfilman, mereka
juga memperkenalkan kebudayaannya dengan baik.
Gelombang Korea
atau yang lebih dikenal dengan istilah Korean Wave atau juga biasa disebut
dengan Korean Hallyu merupakan istilah yang begitu akrab di telinga masyarakat
internasional. Tidak hanya dikalangan remaja, istilah Korean Wave juga merupakan
istilah yang begitu akrab dikalangan ibu-ibu serta anak-anak. Korean Hallyu
merupakan sebuah istilah yang dikeluarkan oleh Korea Selatan untuk
mendeskripsikan tentang kebudayaan Korea Selatan yang berhasil di ekspor ke
berbagai negara di dunia. Mesin penggerak dari Korean Hallyu ini sendiri
merupakan musik, film, drama, sektor pariwisata, kebudayaan tradisional dan
modern, serta pemasaran produk-produk komersial yang berasal dari Korea
Selatan. Sebagai negara maju, hal ini semakin membuktikan betapa eksisnya Korea
Selatan di berbagai kalangan dalam masyarakat internasional, juga sekaligus
memperlihatkan kepada masyarakat internasional serta negara-negara di dunia
bahwa diplomasi publik yang digunakan Korea Selatan untuk mencapai kepentingan
nasionalnya telah berhasil.
Adanya Korean
Hallyu ini memberikan angin segar pada bidang perekonomian Korea Selatan. Hal
ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya kegiatan ekspor yang dilakukan oleh
Korea Selatan ke berbagai negara di dunia. Tercatat bahwa nilai ekspor budaya Korea Selatan di Pasar Asia
mencapai $413 juta dan jumlahnya semakin meningkat pada tahun 2004 yang
mencapai $939 juta. Dan hal ini masih berlaku dan semakin meningkat hingga sekarang.
Selain itu, adanya Korean Wave memberikan
dampak pada aspek pariwisata.
Dengan semakin merajalelanya drama-drama Korea Selatan yang dinikmati oleh
masyarakat di beberapa negara, maka tidak menutup kemungkinan hal tersebut
menimbulkan rasa penasaran terhadap masyarakat dunia untuk dapat mengunjungi
tempat yang digunakan sebagai aset
dalam pengambilan gambar untuk drama Korea. Hal ini kemudian memancing para
turis untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang sering jadikan sebagai
setting sebuah drama Korea. Selain menambah devisa negara, kedatangan para
turis juga akan memunculkan rasa kedekatan dan keterikatan dengan negara
ginseng tersebut. Tercatat dari hasil penelitian yang dilakukan oleh institut
penelitian di Korea Selatan bahwa wisatawan
mancanegara ke Korea Selatan meningkat dari 647.000 orang menjadi 968.000 orang
pada tahun 2004. Sebuah kota di Korea Selatan bernama kota Chuncheon, pada
tahun 2003 wisatawan mancanegara yang berkunjung kesana sebesar 140.000 orang.
Pada 2004 meningkat secara signifikan menjadi 370.000 orang dan kembali
meningkat menjadi 390.000 orang di tahun 2005.
Tidak berhenti sampai di sini saja. Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Korea
Selatan semakin meningkat sejalan dengan semakin banyaknya tempat-tempat baru
yang dijadikan set pengambilan gambar dalam drama atau film di Korea Selatan.
Dari
fakta yang ada inilah akhirnya penulis tertarik untuk menilik lebih dalam
tentang apa itu Korean Hallyu dan bagaimana caranya bekerja. Karena jika
diperhatikan, masyarakat serta pemerintah Korea Selatan begitu pandai dalam
mengemas Korean Hallyu tersebut sehingga dapat diterima dengan baik oleh
masyarakat dunia.
Perkembangan
Korean Hallyu berawal dari kegemaran masyarakat China dan Asia Tenggara
terhadap munculnya drama-drama Korea di negara mereka yang dimulai pada tahun
1990-an.
Pada awalnya, Korean Wave hanya mewakili berjamurnya drama-drama Korea Selatan
yang menghiasi layar-layar kaca di China dan negara-negara Asia Tenggara,
termasuk Indonesia. Namun, seiring berjalannya waktu, Korean Hallyu tidak hanya
sebatas drama-drama romantis yang dicanangkan oleh Korea Selatan, tetapi juga
mulai merujuk kepada hadirnya grup-grup musik pria dan wanita atau yang lebih
dikenal dengan istilah boyband dan girlband.
Keberhasilan yang didapatkan oleh Korea Selatan melalui Korean Hallyu-nya juga
mempengaruhi keeksisannya dalam masa kontemporer. Korean Hallyu tidak lagi
merujuk hanya kepada drama, film ataupun grup musik, tapi juga mulai berkembang
ke arah
lain, yakni semakin dicarinya produk-produk yang berasal dari Korea Selatan,
seperti makanan khas Korea Selatan, produk-produk eletronik, pakaian serta
pernak-pernik kecil seperti aksesoris.
Fenomena yang dihadirkan
oleh Korea Selatan melalui Korean Hallyu-nya secara tidak langsung akhirnya
ikut memberikan kontribusi besar bagi kebudayaan yang dimiliki oleh Korea
Selatan. Dengan semakin menjamurnya drama-drama, film atau grup-grup musik,
akan memancing masyarakat internasional untuk mempelajari, memahami dan
menggali lebih dalam tentang kebudayaan yang dimiliki oleh Korea Selatan. Hal
ini dibuktikan dengan
semakin
menjamurnya tempat-tempat yang menyediakan fasilitas untuk mempelajari bahasa
Korea yang sekaligus di dalamnya juga menyediakan informasi-informasi tentang
kebudayaan Korea Selatan itu sendiri. Selain itu juga, ditemukan begitu banyak
perkumpulan remaja-remaja dan membentuk sebuah komunitas yang di dalamnya
merupakan tempat mereka untuk saling bertukar informasi mengenai kebudayaan
Korea Selatan.
Pemerintah
Korea Selatan melihat Korean Hallyu sebagai sesuatu yang memberikan pencerahan.
Korean Hallyu memberikan dampak besar bagi kehidupan perekonomian Korea
Selatan. Pemerintah Korea Selatan sangat mendukung dengan terciptanya keadaan
ini, dilihat dari perannya yang cukup besar.
Dukungan awal yang diberikan oleh pemerintah berupa meminjamkan dana kepada
industri perfilman di Korea Selatan, karena pada awalnya indutri ini sangat
macet dalam proses berjalannya disebabkan oleh kurangnya dana yang dimiliki. Pemerintah
kemudian mengeluarkan kebijakan yang mengharuskan chaebol, yakni sebutan bagi konglomerat di Korea Selatan, seperti
Samsung, Hyundai dan Daewoo untuk masuk dan membantu industri perfilman
tersebut. Meskipun industri tersebut sempat terjatuh karena tersaingi oleh
industri perfilman Amerika melalui film Titanic-nya, namun industri ini dengan
cepat dapat membangkitkan dirinya lagi melalui ide-ide baru yang dihadirkan
dalam perfilman Korea Selatan. Dukungan pemerintah lainnya terlihat dari
banyaknya acara-acara seni dan festival-festival Korean Hallyu yang bertaraf
internasional. Salah satu contoh acara yang diadakan adalah showcase Kpop yang
bertajuk “Hallyu Diplomasi” yang diadakan oleh Kementerian Luar Negeri Korea
Selatan di kantor pusatnya pada tanggal 11 Mei 2012.
Penulis
menangkap bahwa, bagi Korea Selatan sendiri, Korean Hallyu merupakan sebuah
citra serta menjadi ciri khas tersendiri yang dimiliki oleh Korea Selatan.
Diplomasi publik yang merupakan sebuah soft power yang dilakukan oleh Korea
Selatan melalui promosi gelombang Korea atau Korean Hallyu untuk memperkenalkan
negaranya kepada dunia serta meningkatkan kekuatan dirinya di kancah
internasional telah berhasil. Dilihat dari berbagai peningkatan yang telah
terjadi di negara tersebut berkat adanya Korean Hallyu ini.
Demam K-pop Keberhasilan
Korea Selatan Membangun Perekonomian Lewat Seni http://m.kompasiana.com/post/sosbud/2012/04/09/demam-k-pop-keberhasilan-pemerintah-korea-selatan-membangun-perekonomian-lewat-seni/ diakses pada tanggal 01
Mei 2012, 17.14 WIB
Strategi Kebudayaan
Korea Selatan http://www.academia.edu/4170486/Strategi_Kebudayaan_Korea_Selatan diakses pada tanggal 29
Maret 2014 pukul 00.13 WIB
Dukungan Pemerintah :
Pemerintah Korea Selatan memandang gelombang Korea sebagai cara yang layak
untuk meningkatkan total ekspor negara http://www.translate.com/english/dukungan-pemerintah-pemerintah-korea-selatan-memandang-gelombang-korea-sebagai-cara-yang-layak-untuk/9353499 diakses pada 29 Maret
2014 pukul 01.14 WIB
http://www.slideshare.net/chikasaengi/diplomasi-kebudayaan-korea-selatan
http://sosbud.kompasiana.com/2012/08/08/diplomasi-budaya-dalam-menciptakan-perdamaian-dunia-477786.html
http://liasalala.blogspot.com/2012/11/diplomasi-budaya.html
kalau budaya Korea bisa dijadikan alat diplomasi bagi masyarakat internasional, apakah mungkin budaya Indonesia yang sangat beragam mampu dijadikan alat diplomasi seperti Korean Culture??
BalasHapusNice! Korean wave memang memiliki daya tarik tersendiri dari budaya barat. Selain itu pemerintah dan masyarakat bisa bersinergi untuk visi dan misi yang sama. Hal tersebut bisa kita pelajari untuk pembaharuan kita bersama.
BalasHapusKeren, ternyata korea berhasil menjalanlan diplomasi budayanya. Semoga indonesia bisa meniru korea.
BalasHapusKalo budaya indonesia sendiri, sampe ke korea juga gak ya ka?
BalasHapusDiplomasi publik dewasa ini memang menjadi alat untuk menciptakan citra yang baik di dunia Internasional seperti KOREA ini. Agensi-agensi juga menjadi aktor penting dalam penyebaran hallyu seperti SM Entertaiment, YG Entertaiment, JYP, Cube dan masih banyak lagi.
BalasHapusApakah Korea mampu menciptakan citra positif untuk diplomasinya?akankah diplomasi korea menjadi ancaman bagi Indonesia??
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus