Kamis, 14 April 2016

Pengantar Ilmu Hubungan Internasional



Inggris

Sebagai Negara super power 



     
      Power sangat berperan penting dalam sebuah Negara. Karena dengan power suatu Negara dapat menjalankan dan mewujudkan tujuan-tujuannya, maka negara harus memiliki kemampuan tertentu dan juga power. Power didefinisikan sebagai pengaruh atau  potensi yang aktual atau pemaksaan seorang aktor negara atau lainnya agar menyatakan relatif(mendukung) terhadap suatu negara atau pun suatu aktor non-negara karena kemampuan politik, geografis, ekonomi dan keuangan, teknologi, militer, sosial, budaya, yang dimiliki negara tersebut. 
   

    Inggris adalah sebuah negara yang merupakan bagian dari Britania Raya. Negara ini berbatasan dengan Skotlandia di sebelah utara dan Wales di sebelah barat, Laut Irlandia di barat laut, Laut Keltik di barat daya, serta Laut Utara di sebelah timur dan Selat Inggris, yang memisahkannya dari benua Eropa, di sebelah selatan. Sebagian besar wilayah Inggris terdiri dari bagian tengah dan selatan Pulau Britania Raya di Atlantik Utara. Inggris juga mencakup lebih dari 100 pulau-pulau kecil seperti Isles of Scilly dan Isle of Wight. Wilayah yang saat ini bernama Inggris pertama kali dihuni oleh manusia modern selama periode Paleolitikum, namun nama England ini berasal dari kata Angles, yang merupakan salah satu suku Jermanik yang menetap di sana pada abad ke-5 dan ke-6. Inggris menjadi negara yang bersatu pada tahun 927 M, dan sejak Zaman Penjelajahan yang dimulai pada abad ke-15, Inggris telah memberikan pengaruh budaya dan hukum yang signifikan ke berbagai belahan dunia. Bahasa Inggris, Gereja Anglikan, dan hukum Inggris-yang menjadi dasar sistem hukum umum bagi negara lain di seluruh dunia-berasal dan dikembangkan di Inggris, dan sistem parlementer negara ini juga telah banyak diadopsi oleh negara-negara lain.Revolusi Industri yang dimulai pada abad ke-18 menjadikan Inggris sebagai negara industri pertama di dunia. Royal Society Inggris juga berperan penting dalam meletakkan dasar-dasar sains eksperimental modern terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi.
   

   Sebagian besar wilayah inggris terdiri dari perbukitan dan dataran rendah, terutama di bagian tengah dan selatan. Dataran tinggi terdapat di bagian utara (misalnya, pegunungan Danau District, Pennines, serta Yorkshire Dales) dan di barat daya (misalnya Dartmoor dan Cotswolds). Ibu kota Inggris dahulunya adalah Winchester, kemudian digantikan oleh London pada tahun 1066. Saat ini London merupakan daerah metropolitan terbesar di Britania Raya dan zona perkotaan terbesar di Uni Eropa berdasarkan luas wilayah. Penduduk Inggris berjumlah sekitar 53 juta jiwa, atau sekitar 84% dari total populasi Britania Raya, sebagian besarnya terkonsentrasi di London, Inggris Tenggara, dan kawasan-kawasan konurbasi di Midlands, Barat Laut, Timur Laut dan Yorkshire, masing-masing wilayah ini dikembangkan sebagai daerah industri utama selama abad ke-19. 
 

    Sedangkan kawasan padang rumput terdapat di luar wilayah kota-kota besar. Kerajaan Inggris (setelah tahun 1284 juga termasuk Wales) adalah sebuah negara berdaulat sampai tanggal 1 Mei 1707. Kemudian Undang-Undang Kesatuan yang menyatakan bahwa Kerajaan Inggris dan Kerajaan Skotlandia disatukan secara politik untuk membentuk Kerajaan Britania Raya disahkan pada tahun 1707. Pada tahun 1801, Britania Raya bersatu dengan Kerajaan Irlandia dengan disahkannya Undang-Undang Kesatuan 1800 dan kemudian namanya berganti menjadi Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia. Pada tahun 1922, Negara Bebas Irlandia berdiri sebagai suatu domini yang terpisah, namun enam county di Irlandia Utara tetap memilih untuk menjadi bagian dari Britania Raya, yang kemudian namanya diubah lagi menjadi Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia Utara, yaitu konteks negara Britania Raya yang dikenal hingga sekarang ini. 
 

     Inggris bisa dikatakan sebagai Negara super power karena merupakan salah satu perekonomian terbesar di dunia, rata rata PDB perkapita sebesar 22.907. Inggris menerapkan sistem ekonomi pasar campuran yang mengadopsi sebagian besar prinsip-prinsip pasar bebas, namun tetap mempertahankan infrastruktur kesejahteraan social. Inggris pada dasarnya adalah sebuah negara industri. Namun, sejak tahun 1970-an terjadi penurunan dalam sektor-sektor industri berat dan manufaktur, dan terjadi peningkatan dalam sektor industri jasa. Sektor pariwisata juga menjadi power untuk Negara inggris, karena ini menarik jutaan wisatawan mancanegara ke Inggris setiap tahunnya sektor ini menarik banyak sekali jutaan wisatawan mancanegara ke Inggris setiap tahunnyadan di dalam ekspornya impornya  inggris selalu mendominasi obat-obatan, mobil (meskipun sebagian besar perusahaan otomotif Inggris seperti Rolls-Royce, Lotus, Jaguar dan Bentley saat ini dimiliki oleh asing), minyak mentah yang dihasilkan dari penambangan minyak di Laut Utara, mesin pesawat, serta minuman beralkohol. Di bidang  pertanian pun  sudah sangat intensif dan termekanisasi Sektor,  ini memproduksi sekitar 60% bagi kebutuhan makanan dan menyerap sekitar 2% angkatan kerja di Inggris. Dua pertiga produksi dikhususkan untuk sektor peternakan, selebihnya untuk pertanian. Selain itu di inggris banyak sekali tokoh terkemuka dari inggris di bidang sains dan matematika antara lain Sir Isaac Newton, Michael Faraday, Robert Hooke, Robert Boyle, Joseph Priestley, J. J. Thomson, Charles Babbage, Charles Darwin, Stephen Hawking, Christopher Wren, Alan Turing, Francis Crick, Joseph Lister, Tim Berners-Lee, Paul Dirac, Andrew Wiles dan Richard Dawkins. Penemuan dan penciptaan yang berasal dari Inggris di antaranya adalah mesin jet, mesin pemintal pertama, komputer pertama dan komputer modern pertama, World Wide Web dan HTML, transfusi darah manusia yang berhasil pertama, mesin penghisap debu,[149] mesin pemotong rumput, sabuk pengaman, kapal bantalan udara, motor listrik, mesin uap, dan teori-teori seperti teori evolusi Darwin dan teori atom. Newton mengembangkan teori gravitasi universal, mekanika klasik, dan infinitesimal kalkulus, serta Robert Hooke dengan hukum elastisitasnya. Penemuan lainnya termasuk kereta api plat besi, termosipon, aspal, karet gelang, perangkap tikus, bola lampu, lokomotif uap, garis jalan, garukan traktor, dan lain sebagainya.

Diplomasi negara inggris 






  
    Pada hari Selasa, 6 Maret 2012, terjadi peristiwa yang cukup bersejarah bagi hubungan bilateral antara Republik Indonesia dan Kerajaan Inggris. Pada hari itu Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Inggris Raya, TM Hamzah Thayeb,menyerahkan surat kepercayaan (letter of credential) kepada Ratu Elizabeth II.Yang menjadikan peristiwa ini unik dari penyerahan surat kepercayaan sebelumnya dikarenakan lebih dari 10 tahun yang lalu ayahanda Dubes Hamzah Thayeb, yakni TM Hadi M Thayeb,menyerahkan surat kepercayaan sebagai dubes juga kepada Ratu Elizabeth II. Peristiwa ini menjadi bersejarah karena pertama kalinya bapak dan anak dalam satu keluarga mewakili Indonesia sebagai Duta Besar di Kerajaan Inggris Raya.Sebelumnya, pada 23 Februari 2012, Presiden Susilo Bambang Yudhyono dalam pengarahannya dalam rapat kerja Kementerian Luar Negeri dan perwakilan RI di luar negeri menekankan pentingnya diplomasi di bidang ekonomi. Diplomasi itu dalam konteks untuk mendatangkan investasi, meningkatkan ekspor, dan memacu pendapatan devisa melalui pariwisata terkait kebijakan ekonomi pemerintah untuk terus-menerus mendorong pertumbuhan ekonomi dan tentu saja diiringi penciptaan lapangan kerja. Hamzah Thayeb sendiri sudah menyampaikan hal tersebut kepada Ratu Elizabeth II mengenai perlunya meningkatkan hubungan kedua negara pada tahap yang lebih konkret, yakni dalam bidang ekonomi. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, ekspor Indonesia ke Inggris terus meningkat. Pada 2007 ekspor Indonesia ke Inggris hanya USD1,45 miliar naik menjadi USD1,72 miliar tahun 2001. Sementara pada 2007 impor Indonesia hanya USD653,9 juta, naik menjadi USD937,9 pada 2011. Hal yang menarik apabila kita melihat sektor pariwisata. Dapat dilihat bahwa jumlah wisatawan Inggris yang berkunjung ke Indonesia ternyata merupakan tertinggi untuk wisatawan asal Eropa. 
  
    Salah satu yang menjadi tantangan utama dalam upaya Pemerintah Indonesia untuk mewujudkan diplomasi ekonomi di Inggris adalah keadaan ekonomi di negeri Ratu Elizabeth ini sedang terpengaruh oleh krisis ekonomi regional Eropa. Pemerintah Inggris di bawah Perdana Menteri David Cameron sedang memangkas pengeluaran pemerintah secara besar-besaran dan tentu saja salah satu alokasi yang diprioritaskan untuk dikurangi adalah bantuan internasional. Salah satu yang menjadi berita besar adalah pengurangan alokasi dana dari Kementerian Luar negeri Inggris untuk program radio BBCWorld Servicedi tahun 2011 sebesar 16%, termasuk di dalamnya BBC Indonesia. Artinya, menjajaki kerja sama dengan pihak nonpemerintah seperti perusahaan, asosiasi bisnis menjadi lebih penting lagi bagi agenda diplomasi Indonesia di Inggris. London, sebagai salah satu pusat industri keuangan terkemuka di dunia, tentu saja mencari alternatif untuk menanamkan portofolio investasinya di negara berkembang yang tetap mengalami pertumbuhan ekonomi di antaranya negara-negara di kawasan Asia. Dengan demikian Indonesia diharapkan dapat bersaing dengan negara-negara berkembang yang sudah lebih dikenal seperti China dan India untuk mengundang investasi baik dalam bentuk portofolio (saham, obligasi,reksa dana) maupun dalam bentuk penanaman modal langsung, misalnya dalam bentuk pembangunan pabrik yang padat karya. Selain itu, di bidang pendidikan dan kebudayaan juga banyak potensi yang bisa digali untuk kepentingan Indonesia di Inggris.
 

   Pada Simposium Asia Tenggara di University of Oxford, 10 -11 Maret 2012, oleh Project Southeast Asia ternyata Indonesia tetap menjadi objek penelitian yang menarik dengan adanya sembilan dari hasil penelitian terkait Indonesia serta tiga di antaranya dilakukan oleh mahasiswa doktoral asal Indonesia. Skema beasiswa di luar dari yang disediakan oleh baik Pemerintah Inggris (Chevening) atau Indonesia (Dikti, kementerian lainnya) diharapkan dapat disediakan oleh perusahaan swasta atau yayasan pendidikan berbasis di Inggris atau Indonesia. Untuk bidang seni dan budaya, komunitas Indonesia serta warga Inggris yang mempunyai minat budaya Indonesia dapat pula diberdayakan. Sebagai contoh School of Oriental & Africa Studies (SOAS) di London sering mengadakan pergelaran kesenian, begitu juga adanya kelompok warga Inggris dan Indonesia yang tergabung dalam Oxford Gamelan Society yang bisa diajak kerja sama oleh KBRI London sebagai perwujudan kontak langsung dengan warga Inggris untuk bersama-sama mempromosikan Indonesia. Hubungan kedua negara sudah berjalan dengan sangat baik dan telah berlangsung lama.


Inggris akan membuka lagi kerjasama dengan Iran. 



     


 







   
    Inggris sedang melakukan pembicaraan untuk melanjutkan lagi hubungan diplomatik antara kedua negara. Demikian diumumkan Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague hari Selasa (09/10). Sebelumnya, Hague dan Menlu Iran Javad Shariv sudah melakukan pembicaraan di New York. Bulan-bulan mendatang "bisa menjadi sangat penting" bagi hubungan diplomatik kedua negara, kata Hague. Di depan parlemen Inggris ia menerangkan, kedua negara akan segera menetapkan para diplomat, tugas-tugas mereka serta struktur hubungan yang baru. Tidak lama lagi, Kedutaan Inggris di Teheran dan Kedutaan Iran di London bisa dibuka kembali. Pemerintah Inggris sejak 2011 menutup Kedutaan Besar di Teheran. Akhir November 2011, mahasiswa Iran sempat menyerbu Gedung Kedutaan Inggris sebagai protes karena Inggris memberlakukan sanksi terhadap Iran. Inggris kemudian kengevakuasi warganya dari Iran dan mengusir semua diplomat Iran dari Inggris.
   
Pendekatan Baru
    Hague selanjutnya mengatakan, Iran harus menunjukkan "perubahan besar" dalam sengketa nuklir, jika ingin agar sanksi negara-negara barat diperlonggar. Masa depan hubungan Inggris-Iran akan tergantung dari langkah-langkah konkrit yang dilakukan kedua pihak dalam waktu dekat. Menurut Menteri Luar Negeri Inggris itu, di Iran sekarang sedang terjadi persaingan antara kubu-kubu yang berkuasa. Dengan kemenangan Hassan Rouhani dalam pemilu presiden, sudah mulai terasa angin perubahan. Kini ada harapan baru untuk menyelesaikan sengketa program nuklir. Presiden Iran Hassan Rouhani secara tegas menolak politik provokatif yang dijalankan pendahulunya, Ahmadinejad. "Kita tidak bisa menghadapi dunia hanya dengan retorika dan slogan, melainkan dengan politik yang masuk akal", kata Rouhani dalam sebuah kongres ilmu pengetahuan di Teheran. Mengakahiri kunjungannya di New York akhir September, Rouhani melakukan percakapan telepon dengan Presiden AS Barack Obama. Inilah pembicaraan pertama sejak lebih 34 tahun antara pimpinan AS dan Iran. 

Inggris pernah menjajah 

  yaitu Negara brunei darussalam dengan factor ingin mengambil alih semua lahan yang ada di brunei darusallam. Awalnya Kekalahan Brunei dalam melawan Spanyol membawa petaka bagi kondisi dalam negeri Brunei. Perpecahan antar daerah sudah tidak dapat dihindarkan lagi, banyak daerah yang menggunakan momentum tersebut untuk melakukan pemberontakan dan menuntut kemerdekaan dari Brunei. Namun karena Kesultanan memiliki sikap yang sangat adil terhadap rakyatnya, pemberontakan pun dapat diredam dengan cukup mudah. Namun pertahanan Brunei akhirnya jebol juga. Tiga abad kemudian, perpecahan dan pemberontakan kembali terjadi di tanah Brunei. Pemberontakan yang cukup terkenal terjadi pada masa Sultan Omar Ali Saifuddin II. Tepatnya pada tahun 1839 terjadi pemberontakan di Serawak, pemberontakan ini cukup merepotkan Kesultanan namun atas bantuan James Brooke, pemberontakan akhirnya berhasil dipadamkan.
   Atas jasanya membantu memadamkan pemberontakan, Brooke diangkat sebagai gubernur Serawak dan mendapat gelar “Rajah Putih”. Namun ternyata Brooke memiliki maksud tersembunyi, sejak menjabat sebagai gubenur, wilayahnya semakin diperluas secara bertahap. Bahkan ia pernah meminta pemerintah Inggris untuk meneliti seberapa besar potensi Brooke untuk dapat menguasai Brunei, akan tetapi hasilnya mengecewakan. Rekomendasi dari pemerintah Inggris menunjukkan bahwa meskipun Brunei memiliki pemerintah yang sangat buruk, namun rakyatnya memiliki loyalitas dan identitas nasional yang sangat tinggi sehingga peluang Brooke untuk menguasai Brunei kecil. Maksud tersembunyi ini akhirnya tercium juga oleh Sultan. Pada tahun 1843 terjadi konflik terbuka antara Brooke dan Sultan yang berakhir dengan kekalahan di pihak Brunei. Sultan akhirnya terpaksa mengakui kemerdekaan Serawak. Lepasnya Serawak membuat gerakan Inggris menjadi semakin mudah karena memiliki kawasan yang lebih strategis.
    Pada tahun 1846, Brunei Town diserang oleh pasukan Inggris. Ibukota Brunei tersebut ditaklukan dengan mudah oleh pasukan Inggris. Sultan Saifuddin II pun ditangkap dan dipaksa untuk menandatangani perjanjian untuk mengakhiri pendudukan Inggris atas kota Brunei. Pada tahun yang sama, Sultan Saifuddin II kembali dipaksa untuk menandatangani Perjanjian Labuan yang berisi penyerahan Labuan kepada Inggris. Pada tahun 1847, Brunei menandatangani Perjanjian Perdagangan dan Persahabatan dengan Inggris. Pada tahun 1850, Brunei menandatanganu perjanjian serupa dengan Amerika Serikat. Wilayah kekuasaan Brunei pun semakin mengecil, sedikit demi sedikit Sultan dipaksa untuk menyerahkan wilayahnya kepada Serawak. Pada tahun 1877, Inggris juga memaksa Brunei untuk menandatangani perjanjian penyewaan lahan yang ada disebelah timur (kini bernama Sabah) kepada Perusahaan Borneo Utara milih Britania Raya. Wilayah Brunei yang awalnya begitu luas pun berubah menjadi kecil mungil akibat dikikis oleh Inggris.
     Kekuasaan Brunei yang sangat terbatas membuatnya menjadi sangat lemah, akibatnya Brunei menjadi negara yang lemah dan tak berdaya. Kondisi tersebut membuat Sultan Hasyim Alilul Alam Aqamaddin menandatangani perjanjian degan Inggris pada tahun 1888 yang meletakkan Brunei di bawah perlindungan Inggris. Ketidakberdayaan Brunei semakin terlihat saat Sultan mengirimkan permintaan kepada pemerintah Inggris agar mengirimkan warga Inggris ke Brunei untuk membantu menjalankan pemerintahan. Permintaan tersebut baru dipenuhi pada tahun 1906, warga Inggris mulai dikirimkan untuk membangun Brunei. Sebuah kantor bea cukai dan pertanahan mulai dibangun, kepolisian Brunei juga mulai dibangun. Pada tahun 1911, Inggris juga mendirikan sekolah melayu. Kemakmuran Brunei mulai kembali terlihat sejak ditemukannya minyak di Seria pada tahun 1929. Pembangunan di Brunei sempat terhenti saat terjadi Perang Dunia Kedua. Brunei diduduki oleh Jepang pada tahun 1941-1945. Inggris tidak mampu mempertahankan Brunei dari serangan Jepang meskipun sebenarnya Inggris masih memiliki perjanjian protektorat dengan Brunei.


Sumber: