Pulau
Dana
Pulau
Dana Rote (Ndana Rote) adalah pulau paling selatan di Kabupaten Nusa Tenggara
Timur. Pulau ini tidak berpenghuni dan hanya dijaga oleh Satuan Tugas
Pengamanan Pulau Terluar (SATGASPAM) Marinir TNI AL. Pulau Dana yang merupakan
bagian dari wilayah administratif Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Kupang,
Nusa Tenggara Timur ini terletak pada titik koordinat: 11° 0′ 36″ LS, dan 122° 52′ 37″ BT. Dari titik koordinat ini bisa
dipastikan bahwa pulau Dana merupakan pulau yang berada di paling selatan
wilayah
Indonesia.
Pulau ini berstatus Cagar Alam. Letak : Kecamatan
Oiseli, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Koordinat: 11o
00’36” LU – 122o 52’37” BT Sebelah Utara: Berbatasan dengan Laut Sawu, Sebelah
Timur: Berbatasan dengan Laut Timor, Sebelah Selatan: Berbatasan dengan Kepulauan
Cartier dan Ashmore (Australia) dan Sebelah Barat: Berbatasan dengan Kabupaten
Sabu Raijua Jarak ke Australia: 386, 87 mil Laut /605, 37 Kilometer. Pulau dana
memiliki potensi alam yang luar biasa dan memiliki pesona alam yang indah Pulau
di ujung selatan wilayah Indonesia ini memiliki pantai indah yang landai dan
berpasir putih. Ombak di pesisir pulau Dana juga sangat cocok untuk olahraga
selancar (diving). Selain pantai indah yang landai dan berpasir putih pulau dana
juga memiliki padang savana dan bukit karang berhutan. Padang savana di pulau
paling selatan ini menjadi habitat rusa timor yang banyak ditemukan di sepanjang
Pulau Dana Rote dan Saat ini Pulau Dana
Rote tengah diupayakan menjadi tempat konservasi Rusa oleh pemerintah Nusa
Tenggara Timur Perbukitan kecil terletak di tengah pulau dengan hamparan karang
berongga diatasnya. Juga terdapat tiga danau, yaitu Danau Merah, Danau Biru,
dan Danau Hijau. Luas : 14,19 km2 / 1400 hektar. Potensi kekayaan alam lainnya
yang dipunyai oleh pulau tanpa penghuni tetap ini adalah Danau Merah Danau Merah terletak di tengah tengah pulau
Pulau Dana Di pulau dana juga terdapat patung jenderal
soedirman.
Pantai pulau Dana (Foto: indonesiaphoto.com)
Rusa Timor yang banyak ditemukan di Pulau Dana
Patung Sudirman di Pulau dana
Sejarah pulau dana Setelah saya
membaca informasi tentang legenda legenda yang ada di pulau dana, konon dahulu kala pulau ini sempat berpenghuni.
Namun, sejak kejadian pembunuhan massal yang hanya menyisakan tujuh orang yang
selamat dari seluruh penduduk di pulau tersebut, tak ada lagi yang tinggal di
Pulau Dana. Saat ini, hanya sekitar 30-an anggota TNI yang menetap disana.
Kejayaan kerajaan yang sempat berdiri disana hanya tinggal kisah semata.
Berdasarkan penuturan salah seorang keturunan Raja
Thie, ber-fam (keluarga) Messakh, kisah habisnya penduduk Pulau Dana tak lepas
dari keberadaan Pulau Rote. Kala itu (pada masa penjajahan Belanda) konon,
Pulau Dana dan Rote dipimpin oleh sistem kerajaan. Pulau Rote, mempunyai tiga
kerajaan yang baik raja maupun pengikutnya berasal dari penduduk asli, yakni
Kerajaan Thie, Termanu, dan Baa.Sedang di Pulau Dana, berdiam sebuah kerajaan yang
baik raja maupun penduduknya merupakan pendatang dari luar NTT (diduga dari
Makassar) yang kebetulan singgah saat berlayar, kemudian terpukau kekayaan
Pulau Dana dan menemukan air tawar, yang akhirnya menetap di pulau ini. Suatu malam, ada beberapa nelayan Rote yang pergi
mencari ikan hingga terdampar di Pulau Dana. Saat itu konon malam minggu.
Malam, dimana penduduk Pulau Dana tengah mengadakan pesta rakyat dengan
berdansa atau menari bersama.
Beberapa nelayan Rote tersebut lalu datang
menghampiri. Lantaran terpukau kecantikan perempuan Dana, nelayan tersebut
menggoda salah seorang di antaranya. Tak ayal, hal ini membuat penduduk lain
marah. Nelayan-nelayan tersebut lalu dihabisi oleh penduduk Dana.
Waktu berlalu, hari berganti. Di Rote sendiri,
ternyata seorang ibu hamil tengah menunggu suaminya pulang berlayar, namun si
suami tak kunjung kembali. Hingga akhirnya si anak lahir dan beranjak dewasa.
Ketika si anak kecil hingga beranjak remaja, si anak
selalu bertanya kepada ibunya, kemana ayahnya pergi. Mengapa tak kunjung
kembali. Dan ibu selalu menunjuk ke laut, ke arah Pulau Dana, arah yang dituju
suaminya untuk berlayar mencari ikan.
Saat si anak beranjak remaja, Raja Messakhraja
Kerajaan Thie-menggelar sebuah pesta besar. Ia mengundang seluruh raja dan
penduduk Pulau Rote dan pulau-pulau berpenghuni di sekitarnya. Raja Dana dan
penduduknya pun datang berkunjung.
Tak disangka, dalam sebuah jamuan, si istri dari
nelayan yang terbunuh di Pulau Dana menemui seorang penduduk Dana yang
menggunakan ikat pinggang suaminya di pesta tersebut. Ikat pinggang ini terbuat
dari kulit kerbau dengan disain khusus, yang ia yakini hanya milik suaminya.
Penuh sesak akan rasa rindu dan penasaran atas perginya si suami tanpa kabar,
si perempuan itu akhirnya datang menghampiri laki-laki tersebut dan menanyakan
dari mana asal ikat pinggang yang dikenakannya. Benar saja, rasa penasaran perempuan ini menguap
begitu saja berganti dendam yang bergejolak setelah mendengar bahwa suaminya
tewas dibunuh. Ia pun menceritakan hal tersebut kepada sang anak. Si anak yang
juga sangat merindukan ayahnya geram. Ia mendesak lelaki berikat pinggang
tersebut untuk menceritakan kisah selengkapnya, dan berjanji akan membebaskan
si pencerita beserta anak keturunannya. Waktu berselang. Pesta telah berlalu. Semua raja dan
pengikutnya telah kembali ke tempat masing-masing. Si anak yang diselimuti
dendam, bertekar menuntut balas. Di asahnya parang berkali-kali hingga
tajam-setajamnya. Setelah siap pergilah ia ke Pulau Dana.
Sesampainya di pulau ini, ia menyeret kerbau ke arah
danau yang dikelilingin pagar batu. Di pinggir danau tersebut, lalu ia letakkan
kerbau sebagai alat penarik para penduduk Pulau Dana. Ia sendiri berdiri di
balik gerbang, bersiap membabat setiap leher yang datang. Insiden berdarah pun terjadi. Semua penduduk yang
tertarik lantaran tidak pernah melihat kerbau datang ke danau dan tewas
satu-persatu. Semua penduduk habis, hingga hanya menyisakan tujuh orang yang
bersembunyi di atas beringin. Ketujuh orang ini adalah seorang pencerita (si
pemakai sabuk kerbau) dan keluarganya.
Usai kejadian, ketujuh orang tersebut lalu terkenal
dengan sebutan fam (keluarga) Nutu Hitu, yang artinya tujuh beringin. Keluarga
ini lalu pergi hijrah ke Rote dan diangkat anak oleh Raja Thie. Pulau Dana pun
tak lagi berpenghuni. Hingga saat ini, Fam Nutu Hitu dan Fam Messakh hidup
bersaudara. Keduanya tidak bisa kawin karena telah dianggap satu keturunan.
Ancaman ancaman yang muncul di pulau dana yaitu adanya kasus klaim negara
lain. Dengan banyaknya kasus negara tetangga ingin merebut pulau pulau kecil di
negara kita yaitu indonesia maka kita harus waspada agar tidak terjadi kasus
perebutan wilayah seperti misalnya natuna, pulau yang berada di kepulauan Riau
itu yang kabarnya china ingin merebut
kepulauan natuna di karenakan hampir semua warga Kepulauan Riau berdarah
tionghoa. Ancaman ancaman yang sering muncul di pulau dana yaitu di incar oleh
Australia setelah berhasil menguasai Pulau Pasir (ashmore reef) karena di pulau
itu sudah ditempati oleh bule Australia. Bahkan warga negara Australia yang
dulu menghuni pulau itu telah membangun sebuah resort untuk kebutuhan wisatawan
asing. Satuan Marinir Angkatan Laut telah membuat pos penjagaan di pulau Dana Untuk
menjaga keamanan di pulau paling selatan Indonesia ini sejak tahun 2006, TNI
Angkatan Darat Penjagaan yang dilakukan oleh TNI di pulau Dana ini cukup
melegakan dari kekawatiran hilangnya pulau-pulau terluar Indonesia akibat
dikuasai negara lain seperti yang terjadi pada pulau Sipadan dan Ligitan yang
dikuasai Malaysia. So, yang belum mengetahui pulau paling
selatan di Indonesia, jawabnya Pulau Dana. Pulau kecil tak berpenghuni manusia
yang menunggu kita kenal. Setelah kenal, tentunya musti kita jaga dari klaim
negara lain. Selain itu kita juga musti waspada terhadap ancaman hilangnya
sebuah pulau akibat abrasi laut. Tentunya dengan melakukan pengembangan dan
pembangunan yang tepat di pulau tersebut, termasuk di pulau Dana, pulau tak
perpenghuni yang terdapat di paling selatan wilayah Indonesia. Bukankah garis
wilayah laut kita diukur dari pantai terluar?
Kebijakan pemerintah terhadap pulau dana Berkaitan dengan pulau dana keberadaannya sebagai
pulau di perbatasan, maka perlu dilakukan rekontruksi dan pemeliharaan TR dan
TD di pulau dana. Disamping itu juga perlu pembangunan kembali mercusuar yang
ada di pulau dana yang sudah ambruk dan juga pos pengamat TNI-AL untuk membantu
pemerinta dalam pengawasan pulau dana.selain itu, untuk mengatasi arbritasi
yang ada di bagian selatan pulau dana, perlu dibangun pelindung pantai dengan
pemecah gelombang karena sebelah selatan pulau dana merupakan daerah yang
langsung berhubungan dengan laut lepas.
Sumber :
http://www.indonesiaphoto.com,
http://www.antara.co.id
https://alamendah.org/2010/06/06/pulau-dana-paling-selatan-indonesia/
http://www.ppk-kp3k.kkp.go.id/direktori-pulau/index.php/public_c/pulau_info/434
https://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Dana




Tidak ada komentar:
Posting Komentar