Selasa, 12 April 2016

Pulau Dana pulau di ujung selatan indonesia ( Sistem Politik Indonesia )

Pulau Dana 



        
          Pulau Dana Rote (Ndana Rote) adalah pulau paling selatan di Kabupaten Nusa Tenggara Timur. Pulau ini tidak berpenghuni dan hanya dijaga oleh Satuan Tugas Pengamanan Pulau Terluar (SATGASPAM) Marinir TNI AL. Pulau Dana yang merupakan bagian dari wilayah administratif Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur ini terletak pada titik koordinat: 11° 0 36 LS, dan 122° 52 37 BT. Dari titik koordinat ini bisa dipastikan bahwa pulau Dana merupakan pulau yang berada di paling selatan wilayah Indonesia. 
               
        Pulau ini berstatus Cagar Alam. Letak : Kecamatan Oiseli, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Koordinat: 11o 00’36” LU – 122o 52’37” BT Sebelah Utara: Berbatasan dengan Laut Sawu, Sebelah Timur: Berbatasan dengan Laut Timor, Sebelah Selatan: Berbatasan dengan Kepulauan Cartier dan Ashmore (Australia) dan Sebelah Barat: Berbatasan dengan Kabupaten Sabu Raijua Jarak ke Australia: 386, 87 mil Laut /605, 37 Kilometer. Pulau dana memiliki potensi alam yang luar biasa dan memiliki pesona alam yang indah Pulau di ujung selatan wilayah Indonesia ini memiliki pantai indah yang landai dan berpasir putih. Ombak di pesisir pulau Dana juga sangat cocok untuk olahraga selancar (diving). Selain pantai indah yang landai dan berpasir putih pulau dana juga memiliki padang savana dan bukit karang berhutan. Padang savana di pulau paling selatan ini menjadi habitat rusa timor yang banyak ditemukan di sepanjang Pulau Dana  Rote dan Saat ini Pulau Dana Rote tengah diupayakan menjadi tempat konservasi Rusa oleh pemerintah Nusa Tenggara Timur Perbukitan kecil terletak di tengah pulau dengan hamparan karang berongga diatasnya. Juga terdapat tiga danau, yaitu Danau Merah, Danau Biru, dan Danau Hijau. Luas : 14,19 km2 / 1400 hektar. Potensi kekayaan alam lainnya yang dipunyai oleh pulau tanpa penghuni tetap ini adalah Danau Merah  Danau Merah terletak di tengah tengah pulau Pulau Dana Di pulau dana juga terdapat patung jenderal soedirman.


                                           Pantai pulau Dana (Foto: indonesiaphoto.com)

                                                                                  
                                     Rusa Timor  yang banyak ditemukan di Pulau Dana

  


                                                         Patung Sudirman di Pulau dana
         
         Sejarah pulau dana  Setelah saya membaca informasi tentang legenda legenda yang ada di pulau dana, konon dahulu kala pulau ini sempat berpenghuni. Namun, sejak kejadian pembunuhan massal yang hanya menyisakan tujuh orang yang selamat dari seluruh penduduk di pulau tersebut, tak ada lagi yang tinggal di Pulau Dana. Saat ini, hanya sekitar 30-an anggota TNI yang menetap disana. Kejayaan kerajaan yang sempat berdiri disana hanya tinggal kisah semata.
Berdasarkan penuturan salah seorang keturunan Raja Thie, ber-fam (keluarga) Messakh, kisah habisnya penduduk Pulau Dana tak lepas dari keberadaan Pulau Rote. Kala itu (pada masa penjajahan Belanda) konon, Pulau Dana dan Rote dipimpin oleh sistem kerajaan. Pulau Rote, mempunyai tiga kerajaan yang baik raja maupun pengikutnya berasal dari penduduk asli, yakni Kerajaan Thie, Termanu, dan Baa.Sedang di Pulau Dana, berdiam sebuah kerajaan yang baik raja maupun penduduknya merupakan pendatang dari luar NTT (diduga dari Makassar) yang kebetulan singgah saat berlayar, kemudian terpukau kekayaan Pulau Dana dan menemukan air tawar, yang akhirnya menetap di pulau ini. Suatu malam, ada beberapa nelayan Rote yang pergi mencari ikan hingga terdampar di Pulau Dana. Saat itu konon malam minggu. Malam, dimana penduduk Pulau Dana tengah mengadakan pesta rakyat dengan berdansa atau menari bersama.
Beberapa nelayan Rote tersebut lalu datang menghampiri. Lantaran terpukau kecantikan perempuan Dana, nelayan tersebut menggoda salah seorang di antaranya. Tak ayal, hal ini membuat penduduk lain marah. Nelayan-nelayan tersebut lalu dihabisi oleh penduduk Dana.
         Waktu berlalu, hari berganti. Di Rote sendiri, ternyata seorang ibu hamil tengah menunggu suaminya pulang berlayar, namun si suami tak kunjung kembali. Hingga akhirnya si anak lahir dan beranjak dewasa.
Ketika si anak kecil hingga beranjak remaja, si anak selalu bertanya kepada ibunya, kemana ayahnya pergi. Mengapa tak kunjung kembali. Dan ibu selalu menunjuk ke laut, ke arah Pulau Dana, arah yang dituju suaminya untuk berlayar mencari ikan.
Saat si anak beranjak remaja, Raja Messakhraja Kerajaan Thie-menggelar sebuah pesta besar. Ia mengundang seluruh raja dan penduduk Pulau Rote dan pulau-pulau berpenghuni di sekitarnya. Raja Dana dan penduduknya pun datang berkunjung.
Tak disangka, dalam sebuah jamuan, si istri dari nelayan yang terbunuh di Pulau Dana menemui seorang penduduk Dana yang menggunakan ikat pinggang suaminya di pesta tersebut. Ikat pinggang ini terbuat dari kulit kerbau dengan disain khusus, yang ia yakini hanya milik suaminya. Penuh sesak akan rasa rindu dan penasaran atas perginya si suami tanpa kabar, si perempuan itu akhirnya datang menghampiri laki-laki tersebut dan menanyakan dari mana asal ikat pinggang yang dikenakannya. Benar saja, rasa penasaran perempuan ini menguap begitu saja berganti dendam yang bergejolak setelah mendengar bahwa suaminya tewas dibunuh. Ia pun menceritakan hal tersebut kepada sang anak. Si anak yang juga sangat merindukan ayahnya geram. Ia mendesak lelaki berikat pinggang tersebut untuk menceritakan kisah selengkapnya, dan berjanji akan membebaskan si pencerita beserta anak keturunannya. Waktu berselang. Pesta telah berlalu. Semua raja dan pengikutnya telah kembali ke tempat masing-masing. Si anak yang diselimuti dendam, bertekar menuntut balas. Di asahnya parang berkali-kali hingga tajam-setajamnya. Setelah siap pergilah ia ke Pulau Dana.
          Sesampainya di pulau ini, ia menyeret kerbau ke arah danau yang dikelilingin pagar batu. Di pinggir danau tersebut, lalu ia letakkan kerbau sebagai alat penarik para penduduk Pulau Dana. Ia sendiri berdiri di balik gerbang, bersiap membabat setiap leher yang datang. Insiden berdarah pun terjadi. Semua penduduk yang tertarik lantaran tidak pernah melihat kerbau datang ke danau dan tewas satu-persatu. Semua penduduk habis, hingga hanya menyisakan tujuh orang yang bersembunyi di atas beringin. Ketujuh orang ini adalah seorang pencerita (si pemakai sabuk kerbau) dan keluarganya.
Usai kejadian, ketujuh orang tersebut lalu terkenal dengan sebutan fam (keluarga) Nutu Hitu, yang artinya tujuh beringin. Keluarga ini lalu pergi hijrah ke Rote dan diangkat anak oleh Raja Thie. Pulau Dana pun tak lagi berpenghuni. Hingga saat ini, Fam Nutu Hitu dan Fam Messakh hidup bersaudara. Keduanya tidak bisa kawin karena telah dianggap satu keturunan. 

           Ancaman ancaman yang muncul  di pulau dana yaitu adanya kasus klaim negara lain. Dengan banyaknya kasus negara tetangga ingin merebut pulau pulau kecil di negara kita yaitu indonesia maka kita harus waspada agar tidak terjadi kasus perebutan wilayah seperti misalnya natuna, pulau yang berada di kepulauan Riau itu  yang kabarnya china ingin merebut kepulauan natuna di karenakan hampir semua warga Kepulauan Riau berdarah tionghoa. Ancaman ancaman yang sering muncul di pulau dana yaitu di incar oleh Australia setelah berhasil menguasai Pulau Pasir (ashmore reef) karena di pulau itu sudah ditempati oleh bule Australia. Bahkan warga negara Australia yang dulu menghuni pulau itu telah membangun sebuah resort untuk kebutuhan wisatawan asing. Satuan Marinir Angkatan Laut telah membuat pos penjagaan di pulau Dana Untuk menjaga keamanan di pulau paling selatan Indonesia ini sejak tahun 2006, TNI Angkatan Darat Penjagaan yang dilakukan oleh TNI di pulau Dana ini cukup melegakan dari kekawatiran hilangnya pulau-pulau terluar Indonesia akibat dikuasai negara lain seperti yang terjadi pada pulau Sipadan dan Ligitan yang dikuasai Malaysia. So, yang belum mengetahui pulau paling selatan di Indonesia, jawabnya Pulau Dana. Pulau kecil tak berpenghuni manusia yang menunggu kita kenal. Setelah kenal, tentunya musti kita jaga dari klaim negara lain. Selain itu kita juga musti waspada terhadap ancaman hilangnya sebuah pulau akibat abrasi laut. Tentunya dengan melakukan pengembangan dan pembangunan yang tepat di pulau tersebut, termasuk di pulau Dana, pulau tak perpenghuni yang terdapat di paling selatan wilayah Indonesia. Bukankah garis wilayah laut kita diukur dari pantai terluar?

        Kebijakan pemerintah terhadap pulau dana Berkaitan dengan pulau dana keberadaannya sebagai pulau di perbatasan, maka perlu dilakukan rekontruksi dan pemeliharaan TR dan TD di pulau dana. Disamping itu juga perlu pembangunan kembali mercusuar yang ada di pulau dana yang sudah ambruk dan juga pos pengamat TNI-AL untuk membantu pemerinta dalam pengawasan pulau dana.selain itu, untuk mengatasi arbritasi yang ada di bagian selatan pulau dana, perlu dibangun pelindung pantai dengan pemecah gelombang karena sebelah selatan pulau dana merupakan daerah yang langsung berhubungan dengan laut lepas.


Sumber :
http://www.indonesiaphoto.com, http://www.antara.co.id

https://alamendah.org/2010/06/06/pulau-dana-paling-selatan-indonesia/

http://www.ppk-kp3k.kkp.go.id/direktori-pulau/index.php/public_c/pulau_info/434

https://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Dana
     




Tidak ada komentar:

Posting Komentar